SMKN 1 Rancaekek melalui tim Bimbingan dan Konseling (BK) kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi peserta didik sebagai upaya mempersiapkan mental dan perencanaan masa depan secara lebih matang. Pada Jumat, 28 November 2025, telah dilaksanakan seminar bertajuk “Bersiap, Berani Menghadapi Tantangan di Masa Depan” yang dihadiri oleh sekitar 60 siswa dari berbagai jurusan, terutama mereka yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Rika Rahmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang membawakan topik “Manajemen Stres: Upaya Mereduksi Stres pada Remaja Pasca Lulus Sekolah.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai faktor pemicu stres pada remaja yang memasuki fase transisi menuju dunia perkuliahan maupun dunia kerja. Siswa juga diajak memahami cara mengatur emosi, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun kebiasaan positif yang dapat membantu mereka menghadapi tekanan di masa depan.
Materi kedua disampaikan oleh Jaka Sudewa, S.E., M.M. MOS, C.STMI Int’l., C.DMP dengan tema “Pendidikan Tinggi sebagai Tangga Kesuksesan: Mengapa Kuliah Itu Penting?” Beliau menjelaskan peluang, tantangan, serta manfaat jangka panjang dari melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, siswa diberikan wawasan mengenai berbagai jalur penerimaan, strategi memilih program studi yang sesuai, serta pentingnya membangun kompetensi untuk bersaing di dunia profesional yang terus berkembang.
Seminar berjalan lancar dan interaktif. Para peserta terlihat antusias dalam sesi tanya jawab, menunjukkan bahwa mereka memiliki minat besar terhadap perencanaan masa depan dan kesiapan mental dalam menghadapi perubahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMKN 1 Rancaekek dapat lebih memahami pentingnya kesiapan diri, baik secara emosional maupun akademik, serta semakin percaya diri dalam menentukan langkah setelah lulus sekolah. Tim BK berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan diri siswa sebagai wujud implementasi layanan bimbingan yang berkelanjutan.
