Rancaekek, Jawa Barat — SMKN 1 Rancaekek kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan “Jumat Menanam” yang dilaksanakan pada Jumat bersama Dinas Kehutanan Jawa Barat dan pemerintah Kecamatan Rancaekek. Kegiatan ini berlangsung di area sekolah dengan melibatkan perwakilan siswa-siswi, anggota ekstrakurikuler Pecinta Alam, serta guru pendamping.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Upie Indrakusuma, S.Pd., M.M, selaku Kepala SMKN 1 Rancaekek. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk aksi nyata peduli lingkungan, tetapi juga sarana edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
Rangkaian Kegiatan
Pada kegiatan ini, para siswa bersama tim dari Dinas Kehutanan menanam berbagai bibit pohon produktif dan penghijauan di area sekolah. Peserta juga mendapatkan penjelasan terkait teknik penanaman yang baik, perawatan jangka panjang, serta peran setiap individu dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh antusiasme, dan berlangsung dalam suasana kebersamaan serta gotong royong.
Manfaat Kegiatan Jumat Menanam
Program ini menghadirkan berbagai manfaat penting, antara lain:
-
Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan
Siswa diajak memahami langsung pentingnya menjaga ekosistem, memupuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. -
Meningkatkan Kualitas Udara dan Kawasan Sekolah
Penanaman pohon berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, memperindah area sekolah, serta mendukung terciptanya ruang belajar yang lebih sehat dan nyaman. -
Pembelajaran Kontekstual
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa mengenai konservasi alam, menambah wawasan tentang dunia kehutanan, dan memperkaya pengalaman di luar kelas. -
Menguatkan Kolaborasi
Kerja sama antara sekolah, pemerintah kecamatan, dan Dinas Kehutanan menunjukkan sinergi positif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMKN 1 Rancaekek berharap budaya menanam dan merawat lingkungan dapat terus dijaga, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah.
